METODE PENELITIAN
Instrumen Penelitian
Menyusun instrumen merupakan langkah penting dalam pola Prosedur Penelitian. Instrumen berfungsi sebagai alat bantu dalam mengumpulkan data yang diperlukan. Bentuk instrumen berkaitan dengan metode pengumpulan data, misal metode wawancara yang instrumennya pedoman wawancara. Metode angket atau kuesioner, instrumennya berupa angket atau kuesioner. Metode tes, instrumennya adalah soal tes, tetapi metode observasi instrumennya bernama check-list (Siyoto & Sodik, 2015).
Dalam menyusun instrumen atau alat ukur dalam penelitian, peneliti hendaknya memahami metode dan jenis instrumen yang akan digunakan Apakah menggunakan angket, daftar periksa, lembar observasi, atau lainnya. Setelah itu peneliti menyusun parameter/indikator yang akan digunakan dalam penelitian. Alat yang digunakan hendaknya sesuai dengan variabel yang akan diamati. Instrumen yang akan digunakan pada dasarnya ada dua kategori instrumen yang sudah baku/sudah ada (tanpa membuat sendiri) dan instrumen yang belum baku (dengan menyusun sendiri) (Hidayat, 2021)
Dalam penelitian dengan menggunakan test atau angket yang bersifat kuantitatif yang diutamakan adalah respon yang dapat dikuantifikasi agar dapat diolah secara statistik, sedangkan yang menyimpang dari itu tidak dihiraukan. Dengan manusia sebagai instrumen, respon yang aneh, yang menyimpang justru diberi perhatian. Respon yang lain daripada yang lain, bahkan yang bertentangan dipakai untuk mempertinggi tingkat kepercayaan dan tingkat pemahaman mengenai aspek yang diteliti.
Dalam penelitian kualitatif, alat atau instrumen utama pengumpulan data adalah manusia atau peneliti itu sendiri dengan cara mengamati, bertanya, mendengar, meminta dan mengambil data penelitian. Peneliti harus mendapatkan data yang valid sehingga tidak sembarang narasumber yang diwawancarai. Oleh karena itu, kondisi informan pun harus jelas sesuai dengan kebutuhan data agar dapat diakui kebenaran datanya.
Untuk mengumpulkan data dari sumber informasi (informan), peneliti sebagai instrument utama penelitian memerlukan instrumen bantuan. Ada dua macam instrument bantuan yang lazim digunakan yaitu:
1) panduan atau pedoman wawancara mendalam. Ini adalah suatu tulisan singkat yang berisikan daftar informasi yang perlu dikumpulkan. Pertanyaan-pertanyaan lazimnya bersifat umum yang memerlukan jawaban panjang, bukan jawaban ya atau tidak;
2) alat rekaman. Peneliti dapat menggunakan alat rekaman seperti, tape recorder, telepon seluler, kamera fot, dan kamera video untuk merekam hasil wawancara. Alat rekaman dapat dipergunakan apabila peneliti mengalami kesulitan untuk mencatat hasil wawancara (Afrizal, 2014).
Teknik Pengumpulan Data
Kegiatan penelitian yang terpenting adalah pengumpulan data. Pengumpulan data dalam penelitian perlu dipantau agar data yang diperoleh dapat terjaga tingkat validitas dan reliabilitasnya. Walaupun telah menggunakan instrumen yang valid dan reliabel tetapi jika dalam proses penelitian tidak diperhatikan bisa jadi data yang terkumpul hanya onggokan sampah. Peneliti yang memiliki jawaban responden sesuai keinginannya akan semakin tidak reliabel. Petugas pengumpulan data yang mudah dipengaruhi oleh keinginan pribadinya, akan semakin condong data yang dikumpulkan. Oleh karena itu, pengumpulan data walaupun tampaknya hanya sekedar pengumpul data tetapi harus tetap memenuhi persyaratan tertentu yaitu yang mempunyai keahlian yang cukup untuk melakukannya.
1. Pengumpulan data melalui kuesioner atau angket sebagian besar penelitian umumnya menggunakan kuesioner sebagai metode yang dipilih untuk mengumpulkan data. Prosedur penyusunan kuesioner:
a. Merumuskan Tujuan yang akan dicapai dengan kuisioner.
b. Mengidentifikasi variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner.
c. Menjabarkan setiap variabel menjadi sub variabel yang lebih spesifik dan tunggal.
d. Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus untuk menentukan teknik analisisnya.
Penentuan sampel sebagai responden kuesioner perlu mendapat perhatian pula titik Apabila salah menentukan sampel, informasi yang kita butuhkan barangkali tidak kita peroleh secara maksimal.
2. Pengumpulan data melalui metode interview
Penggunaan metode interview memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan data. Dibandingkan dengan mengedarkan angket kepada responden, interview sangat rumit. Dalam melakukan interview, peneliti harus memperhatikan sikap pada waktu datang, maupun etika yang lainnya karena akan sangat berpengaruh terhadap respon dari responden tersebut.
3. Pengumpulan data melalui metode observasi
Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blanko pengamatan sebagai instrumen. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi. Peranan yang paling penting dalam menggunakan metode observasi adalah pengamat titik pengamat harus jeli dalam mengamati adalah menatap kejadian gerak atau proses. Pada hasil pengamatan harus sama, walaupun dilakukan oleh beberapa orang. Dengan kata lain pengamatan harus bersifat objektif.
4. Pengumpulan data melalui metode dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu mencari kata mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku surat kabar majalah, prasasti notulen rapat, Lengger, agenda, dan sebagainya. Dibandingkan dengan metode lain, maka metode ini agak tidak begitu sulit, dalam artian apabila ada kekeliruan sumber datanya masih tetap, belum berubah.
(Siyoto & Sodik, 2015)
Analisis Data
Hal penting yang perlu diingat dalam melakukan analisis data adalah mengetahui dengan tepat penggunaan alat analisis, sebab jika kita tidak memenuhi prinsip-prinsip dari pemakaian alat analisis, walaupun alat analisisnya sangat canggih, hasilnya akan salah diinterpretasikan dan menjadi tidak bermanfaat untuk mengambil suatu kesimpulan. Model-model statistika untuk keperluan analisis data telah begitu berkembang, dari model-model statistika deskriptif hingga ke statistika inferensial non parametrik dengan persyaratan yang lebih “lunak “ dibandingkan dengan statistika parametrik yang sangat ketat dengan persyaratan-persyaratan tertentu dan sulit dipenuhi dalam kerangka penelitian sosial.
Ketika kita memutuskan untuk melakukan analisis data menggunakan alat statistika, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Dari mana data diperoleh, apakah berasal dari sampel (melalui proses sampling) atau dari populasi (dengan cara sensus)
2. Jika berasal dari sampel apa teknik sampling yang digunakan, apakah termasuk kelompok sampling probabilitas atau non probabilitas.
3. Memakai skala apa data diukur, apakah menggunakan skala nominal, ordinal, interval, atau rasio.
4. Bagaimana hipotesis yang dibuat apakah perlu dilakukan pengujian satu arah atau dua arah kalau memakai statistika inferensial.
(Setiawan, 2005)
Daftar Pustaka
Siyoto, S & Sodik, A. 2015. Dasar Metode Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing
Hidayat, A A. 2021. Menyusun Instrumen Penelitian. Surabaya: Health Book Publishing
Afrizal. 2014. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers
Setiawan, N. 2005. Pengolahan dan Analisis Data. Bogor: Inspektorat Jendral Departemen Pendidikan Nasional
Komentar
Posting Komentar